Peringkusan Mafia

Posted January 24th, 2011 at 12:42 am (UTC+0)
1 comment

Aktor Al Pacino memerankan tokoh Michael Corleone dalam film 'The Godfather' keluaran tahun 1975, yang didasarkan pada novel berjudul sama karya Mario Puzo.

Aktor Al Pacino memerankan tokoh Michael Corleone dalam film 'The Godfather' keluaran tahun 1975, yang didasarkan pada novel berjudul sama karya Mario Puzo.

Seperti apa bayangan Anda tentang Mafia? Sindikat kriminal yang kejam tapi keren ala Al Pacino dan Marlon Brando dalam film “The Godfather”? Ray Liotta dan Robert DeNiro dalam “Goodfellas”? Ternyata gambaran mafia Amerika sekarang ini jauh dari misteri dan glamor karangan Hollywood. Ternyata mereka kakek-kakek berperut buncit dengan gaya pakaian sembarangan; sepatu kets, jeans kedodoran, celana olah raga. Sama sekali tidak keren! Berantakanlah romantika saya tentang “La Costa Nostra” ini.

Minggu lalu FBI, biro investigasi federal AS meringkus 127 anggota dan pemimpin mafia lima “keluarga” Mafia di New York: keluarga Bonanno, Colombo, Gambino, Genovese dan Luchese – serta anggota keluarga mafia New Jersey and Rhode Island – atas berbagai tuduhan termasuk pembunuhan, pemerasan, bisnis rentenir dan judi ilegal hingga pemerasan tenaga kerja. Inilah penangkapan mafia terbesar dalam sejarah FBI. Penangkapan ini agak mencengangkan, sebab siapa sangka mafia masih begitu berkuasa?

Klik tautan berikut untuk berita selengkapnya:
http://www.nypost.com/p/news/opinion/opedcolumnists/this_will_start_mob_war_0sWMWr9eZOTpHrRHC3qEeM#ixzz1Bu9ByQ5V

Sejak diloloskannya UU Anti-Mafia (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations laws) pada tahun 1970, aparat Amerika berhasil melemahkan sindikat kejahatan yang terdiri dari sekitar 20 keluarga di kota-kota besar Amerika, seperti New York, Philadelphia, Detroit dan Chicago. Mereka ini adalah keturunan kriminal asal Sisilia, Italia yang bermigrasi ke AS pada akhir abad ke-19. Mafia Amerika mengalami masa jaya sekitar tahun 1920-1930an sejak diberlakukannya “Prohibition”, yaitu masa di mana produksi, penjualan dan distribusi alkohol dilarang secara nasional. Pada masa inilah kejayaan Al Capone, bos mafia yang berkuasa di Chicago.

Simak segmen “Pojokan DC” di Delta FM bersama Patsy dan Farhan:

Salah satu tersangka anggota mafia, Richard Dehmer, 75 tahun, dari Springfield, New Jersey, terlihat meninggalkan gedung pengadilan Martin Luther King Jr. di Newark, NJ, Kamis (1/20).

Salah satu tersangka anggota mafia, Richard Dehmer, 75 tahun, dari Springfield, New Jersey, terlihat meninggalkan gedung pengadilan Martin Luther King Jr. di Newark, NJ, Kamis (1/20).

Aktivitas dan pengaruh mafia berkurang jauh sejak beberapa anggota mafia melanggar “Omerta”, yaitu sumpah yang melarang mereka menjadi informan, sehingga aparat berhasil meringkus bos-bos kriminal ini. Namun antara lain karena perhatian pemerintah AS dan New York terpusat pada pemberantasan aksi terorisme, mafia pun diam-diam kembali beraksi hingga pencidukan minggu lalu.

Apakah ini akhir sindikat kejahatan terorganisir di Amerika? Belum tentu. Seperti pernyataan seorang mantan anggota mafia, “Selama masih ada orang yang mau berjudi, prostitusi, pinjam uang ke rentenir, maka mafia akan terus bertahan.” Tugas aparat untuk terus membasminya pun tak akan pernah berhenti.

Di Indonesia pun kita mengenal istilah mafia dalam konteks pelanggaran hukum yang sudah bersifat kronis dan struktural, misalnya ‘mafia pajak’, ‘mafia pengadilan’ dsb. Sulit memang memberantas mafia-mafia ini selama masih ada ‘orang dalam’ yang melindungi mereka. Inilah tantangan bagi pemerintah dan warga Indonesia; menegakkan hukum, siapapun pelanggarnya.

Salam dari Washington!

*Blog ini berisi opini penulis yang tidak mencerminkan pendapat maupun posisi editorial VOA.

One Response to “Peringkusan Mafia”

  1. cats says:

    Hello to every one, it抯 genuinely a good for me to visit this web site, it contains helpful Information.

Leave a Reply