Tetap Produktif walau dipenjara, Napi di Amerika berekspresi dengan Seni

Posted January 20th, 2012 at 8:12 pm (UTC+0)
1 comment

Kiriman: Liana Damayanti, 19 Januari 2012

“Seni itu merupakan media yang merehabilitasi dan menenangkan bagi banyak orang”, kata Dennis Sobin dalam artikel yang dilansir oleh VOAIndonesia di website-nya. Pernyataan Kepala Yayasan Penjara yang pernah dipenjara selama 12 tahun itu memang benar. Seni merupakan sudut pandang keindahan dalam hidup yang diciptakan Tuhan. Untuk menikmatinya, setiap manusia memiliki cara dan sense yang berbeda-beda. Namun dalam pemanfaatannya, ternyata seni dapat menjadi sarana rehabilitasi dan penenang bagi orang-orang yang berada dalam tekanan hidup. Seperti yang banyak dialami oleh orang-orang di dalam penjara.

Terkurung dalam sebuah ruangan serta terbatasnya ruang gerak selama bertahun-tahun bisa memicu seseorang menjadi depresi. Alih-alih menjadi benar setelah keluar penjara, malah semakin banyak hal negatif yang dilakukan setelahnya. Untuk itu agar waktu mereka tidak terbuang percuma, para napi di Amerika mengekspresikan emosinya melalui seni. Hal ini membawa respon yang sangat positif, karena selain membuat seseorang menjadi produktif dan mengurangi tingkat depresi seseorang atas kejahatan yang telah ia lakukan,  hasil dari karya seninya mampu menghasilkan dollar yang dapat memberikan keuntungan untuk si seniman dan pihak yayasan. Pihak yayasan juga dapat memantau pikiran para napi dari karya seni yang dibuatnya.

Baca di http://liananene.blogspot.com/2012/01/tetap-produktif-walau-dipenjara-napi-di.html

One response to “Tetap Produktif walau dipenjara, Napi di Amerika berekspresi dengan Seni”

  1. Gani Asmoro says:

    Nice one, girl! I like your opinion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *