Cegah Pekerja Anak dengan Pendidikan

Posted August 6th, 2012 at 7:32 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Susi Sukaesih, 6 Agustus 2012

Ketika mendengar kata anak, yang terlintas dibenak kita adalah dunia bermain, belajar dengan penuh keriangan tanpa beban. Namun apa jadinya jika justru hal sebaliknya terjadi. Hak-hak bermain, belajar dan mengeksplorasi diri mereka terampas karena satu hal, BEKERJA!. Bekerja disini berarti mencari nafkah atau penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga. Disaat anak-anak lain bermain dan bergembira bersama dengan rekan sebaya, mereka harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Masalah pekerja anak di Indonesia sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Menarik mencermati salah satu artikel di Voa Indonesia dalam salah satu artikelnya pada tanggal 20 Juni 2012 yang berjudul Organisasi Buruh Internasional: Pendidikan sebagai Solusi Atasi Masalah Pekerja Anak, yang menyebutkan laporan dari Understanding Children’s Work (UCW). UCW yang merupakan sebuah program kemitraan antara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), UNICEF dan Bank Dunia dalam laporannya yang berjudul “Memahami Pekerjaan yang Dilakukan Anak dan Pekerja Muda”, menyebutkan antara lain 2,3 juta anak Indonesia berusia 7-14 tahun terlibat dalam pekerjaan. Sebagai seorang pendidik, saya sangat prihatin dengan keadaan tersebut. Anak-anak tersebut mayoritas bekerja di sektor informal dengan upah yang minim.

Baca di:  http://suzieicus.wordpress.com/2012/08/06/cegah-pekerja-anak-dengan-pendidikan/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *