Twiplomasi dan Blogisimasi

Posted August 6th, 2012 at 6:44 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Sahid Nurika, 4 Agustus 2o12

VOA pernah mengungkit masalah Twitter yang membatasi pengunaan karakter hanya sampai 140 karakter mempunyai peluang untuk menggantikan cara dan metode diplomasi tradisional, seperti dalam artikel VOA tanggal 2/8/2012 yang berjudul: ‘Twiplomasi’ akan Gantikan Diplomasi Tradisional?.

Jika twitter mampu dan mempunyai peluang untuk dapat menggantikan cara dan metode diplomasi tradisional maka blog seharusnya mempunyai peluang yang lebih dimana tidak ada pembatasan karakter dan mempunyia kolom komentar yang dapat diakses dan dikomentari bahkan kadang isengnya bisa disisipi iklan, damn!
Twitter, adalah media sosial dimana tidak hanya orang kebanyakan yang mempunyai akunnya namun juga para pemimpin dunia memilikinya, seperti misalnya Barack Obama, Hugo Chaves dan lainnya. Padahal twitter hanyalah sebuah microblog, namun konsepnya mantabh. Padahal di sisi lain, twitter diciptakan bukan untuk menggantikan diplomasi secara tradisional bahkan tidak untuk menggantikan cara bercakap-cakap. Menggunkan twitter sebagai media diplomasi sama saja dengan berdiplomasi dengan menggunakan Blackberry Messenger, sms, chatting dan sejenisnya.

Baca di http://zonesa.blogspot.com/2012/08/twiplomasi-dan-blogisimasi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *