Jakarta dan Problem Pendatang Baru Usai Lebaran

Posted September 2nd, 2012 at 3:33 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Widi Kurniawan, 25 Agustus 2012

Problem klasik usai lebaran tiap tahun yang dihadapi oleh Jakarta adalah kehadiran pendatang baru yang akan mengadu nasib di ibukota. Fenomena urbanisasi ini sudah menjadi tren yang tak terelakkan dengan faktor utama yakni perbaikan taraf hidup.

Jakarta yang sudah penuh sesak oleh manusia, tiap usai lebaran selalu terancam lebih padat. Pemudik yang sebelumnya ‘mengosongkan’ Jakarta saat lebaran, banyak yang membawa kawan atau saudara ke ibukota. Pesona metropolitan dianggap lebih menjanjikan dibanding keadaan di kampung halaman. Padahal, apakah iya Jakarta benar-benar bisa mewujudkan mimpi indah yang dibawa dari kampung halaman?

Menarik sekali membaca kabar VOA Indonesia Kamis (23/8/2012) yang berjudul “Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Diperkirakan Turun Hingga 6.000 Orang”. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta menyebutkan penurunan hingga 6.000 orang jumlah pendatang baru usai mudik lebaran, dengan rincian bahwa pada 2011 silam mencapai sekitar 51.875 jiwa dan pada 2012 ini diproyeksikan akan turun menjadi sekitar 45.000 jiwa.

Baca di http://www.belummandi.com/2012/08/jakarta-dan-problem-pendatang-baru-usai.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *