Tamparan Katarak Terhadap Pemerintahan Indonesia

Posted December 5th, 2012 at 8:44 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Muh Ishaq Hasan, 3 Desember 2012

Saat melihat postingan berita di website VOA bahasa Indonesia (http://www.voaindonesia.com/content/operasi-sederhana-atasi-kebutaan-warga-sumatera-utara/1551507.html) pada 23 November 2012 yang mengangkat tentang berita yang harusnya kita mampu mengambil banyak pelajaran untuk batu loncatan dalam pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Terlihat lagi bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kebutaan tertinggi. Kebutaan umumnya dialami oleh masyarakat terpencil yang jauh dari sentuhan pemerintah.

Perjuangan masyarakat terpencil yang jauh dari sentuhan pemerintah begitu besar demi mengembalikan penglihatan mereka. Berkat seorang dokter dr. Sanduk Ruit yang sangat berdedikasi tinggi dalam pekerjaan beliau memberikan peluang bagi mereka unutk tidak hanya merasakan dalam hati suatu keindahan bayang-bayang namun juga dalam realitas sebuah bola mata yang yang mampu memberikan cahaya penglihatan penghidupan.

Baca di http://muhishaqhasan.blogspot.com/2012/12/tamparan-katarak-terhadap-pemerintahan.html

Bukan AIDSnya yang di hentikan, tapi Sikap Negatif Kita yang harus di hentikan

Posted December 5th, 2012 at 8:38 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Dinda Nurul Anniza, 3 Desember 2012. 

Terinspirasi dari artikel yang dimuat oleh VOA Indonesia tentang Komunitas Transgender Solo Peringati Hari AIDS Sedunia .  AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah sebuah penyakit berbahaya yang paling mematikan di seluruh dunia. Bukan hanya orang – orang dewasa saja, anak kecil pun sudah menjadi korban keganasan virus ini. Namun AIDS tidak bisa berhenti sendiri, AIDS tidak dapat di protes, AIDS adalah virus yang terus akan menyebar kalau kita tidak menjaga, merawat, serta peduli terhadap diri kita sendiri.

Ubahlah sikap negatif kita dengan sikap yang positif, mulailah hidup sehat. Janganlah lagi mengenal sex bebas, jangan lagi bertukaran jarum suntik, contohnya para pemakai narkoba, orang – orang yang hobi memasang tatto di tubuhnya.

Baca di http://livelyblush90.blogspot.com/2012/12/bukan-aidsnya-yang-di-hentikan-tapi.html

Tahun 2013: Bahasa Inggris Dihapus

Posted December 3rd, 2012 at 5:57 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Nur Utami SK, 30 November 2012

“Suatu keputusan selalu menuai pro dan kontra. Itu sudah jamak. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah keputusan itu sudah dipikirkan dampak dan konsekuensinya, bukan hanya dalam jangka pendek namun juga jangka panjang. Salah satunya adalah rencana penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris.

Dalam berita yang dilansir VOA hari Kamis tanggal 29 Nopember 2012: Orangtua Pertanyakan Rencana Penghapusan Bahasa Inggris dari SD, dikatakan bahwa kelak mata pelajaran di SD hanya ada enam subyek yaitu Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Seni dan Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Alasan perubahan dan pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah ini adalah mengurangi beban siswa dan mengutamakan pendidikan karakter.”

Selengkapnya:  http://utamiutar.com/index.php/tahun-2013-bahasa-inggris-dihapus/

Guru dan Telepon Pintar

Posted December 3rd, 2012 at 5:49 am (UTC+0)
3 comments

Kiriman: Meisye Massie, 29 November 2012

Dunia sains dan teknologi selalu menawarkan beragam kemudahan  dan kecanggihan. Di zaman ketika saya di bangku SMP dan SMA (1985-1991) memakai  mesin tik untuk membuat tugas sudah merupakan hal yang canggih. Kelas 3 SMA saya mengikuti lomba karya tulis dan menulis dengan tulisan tangan. Saat ini  dengan pesatnya kemajuan teknologi dan dengan semakin mudah dan murahnya suatu piranti canggih atau perangkat bergerak untuk dimiliki, maka para pelajar dapat mengerjakan PR hanya dengan menjentikan jari di telepon pintar, tablet ataupun laptop.

Saya membaca berita pada website voaindonesia.com tanggal 29 November 2012 yang berjudul Remaja di AS Kerjakan PR dengan Telepon Pintar, yang meliput hasil survey oleh firma riset TRU yang dirilis pada 28 November 2012 bahwa lebih dari sepertiga remaja AS mengerjakan pekerjaan rumah dengan telepon pintar, dan sisanya menggunakan tablet dan laptop, dan dengan menggunakan perangkat bergerak ini para pelajar lebih memahami matematika dan sains lebih baik, sehingga telepon pintar ini tidak hanya untuk hiburan semata. Walaupun saya belum pernah mengadakan survey kepada siswa-siswa saya tentang penggunaan telepon pintar, tablet ataupun laptop, tetapi berdasarkan pengamatan saya di sekolah tempat saya mengajar, kira-kira setengah dari jumlah siswa telah menggunakan laptop untuk mengerjakan PR, menggunakan telepon pintar untuk berinternet dan menelusuri mesin pencari dan  mencari materi untuk mengerjakan PR mereka.

Selengkapnya:  http://www.guru-mipa.blogspot.com/2012/11/guru-dan-telepon-pintar_30.html

Harusnya “Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati”

Posted December 3rd, 2012 at 5:43 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman:  Anggi Tristiyono, 28 November 2012

“Saya tertarik pada sebuah berita VOA yang berjudul Menyusul Kematian Karena Difetri, Jawa Timur Laksanakan Imunisasi Serentak. Di berita ini di jelaskan bahwa di Jawa Timur mengadakan imunisasi serentak untuk melawan penyakit difetri yang telah mengenai 750 orang dan menewaskan 29 orang. Pemerintah daerah Jawa Timur menetapkan peristiwa ini menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Lah? Kenapa setelah timbul korban baru sibuk melakukan penanggulangan? bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Berita mengenai “”difteri”” ini  beberapa waktu lalu lumayan banyak saya dengar baik di media online maupun elektronik. Sebelumnya saya tidak banyak mengetahui apa itu difetri. Saya merasa tergelitik karena pada headline di berita ini dijelaskan difetri ini telah menybabkan 29 orang tewas dan membuat pemerintah khusus Jawa Timur menjadikan peristiwa ini menjadi kejadian Luar Biasa (KLB). ”

Selengkapnya: http://uncleyono.blogspot.com/2012/11/istilah-lebih-baik-mencegah-daripada.html

 

 

Daya Tarik Amerika untuk Melanjutkan Studi

Posted December 3rd, 2012 at 5:32 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Ibnu Fajar, 25 November 2012

Tidaklah merupakan hal yang mengherankan, jika dari tahun ke tahun mahasiswa dari luar Amerika selalu meningkat untuk menimba ilmu di Amerika. Dari hasil laporan Open Doors menunjukkan adanya peningkatan sebesar 6 % dari tahun sebelumnya, dimana negara China, India, dan Korea merupakan negara yang paling banyak mahasiswanya yang melanjutkan study di Amerika.

Hal ini dimungkinkan karena adanya peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup di negara-negara tersebut. Walaupun Indonesia tidak termasuk tiga besar, namun mahasiswa Indonesia juga relatif lebih banyak dibanding di negara-negara lain.
Sebenarnya apa yang menjadi daya tarik dari perguruan tinggi di Amerika, sehingga banyak mahasiswa dari luar Amerika yang mendambakan dapat melanjutkan studi di sana.

Baca di http://ibnufajar75.wordpress.com/2012/11/25/apa-daya-tarik-amerika-untuk-melanjutkan-study/

Film Yang Menginspiransi Anak Bangsa

Posted November 28th, 2012 at 8:37 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Pipit Febriana, 28 November 2012 

Melansir tayangan VOA tanggal 27 November 2012 – Pembuatan Film ‘9 Summers 10 Autumns’ di AS – Liputan Feature VOA. Film yang merupakan hasil ekranisasi dari sebuah novel yang berjudul sama, 9 Summers 10 Autumns, karya Iwan Setyawan adalah sebuah pengalaman hidup yang menghasilkan karya nyata. Iwan Setiawan berhasil meraih sukses berkat cinta dan dukungan keluarga.

Sebuah film yang patut di tonton oleh anak Indonesia untuk berjuang meraih keberhasilan dalam bidang pendidikan demi meningkatkan taraf hidup. Bercerita tentang kisah seorang anak sopir angkot di Kota Batu, JawaTimur, bernama Iwan Setyawan, yang hidup dengan keterbatasan ekonomi. Berkat kegigihannya, ia mampu menembus batas mimpi dan sukses menjadi direktur di sebuah perusahaan ternama di New York, Amerika Serikat.

Tidak hanya mengangkat wajah perfilman Indonesia di mata dunia tapi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berjuang dan bekerja keras dalam mewujudkan impian masa depan. Bukan hanya mengkritik tapi dapat menghasilkan karya yang bisa di tonton semua orang.

Baca di http://pipitfebri.blogspot.com/2012/11/film-yang-menginspiransi-anak-bangsa.html

Tak Adakah Standarisasi ‘Kenyamanan’ pada Sebuah Penjara?

Posted November 27th, 2012 at 9:18 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Marisya Rosdiana Purnama, 26 November 2012 

Artikel ini saya buat karena terinspirasi dari artikel VOA Indonesia berjudul Amnesty International: Sistem Penjara Mozambik Langgar HAM yang berisi Amnesty International mengatakan sistem penjara di Mozambik dililit berbagai masalah yang melanggar HAM seperti populasi berjubel.

Apapun yang terjadi, narapidana juga manusia, kan, ya? Bukan berarti kalau statusnya sudah menjadi narapidana lalu dia tak lagi memiliki Hak Asasi Manusia. Paling tidak, dia masih manusia. Kecuali kalau bukan manusia.

Baca di http://cahcilik4869.blogspot.com/2012/11/tak-adakah-standarisasi-kenyamanan-pada.html

Tradition and Rescue Animals from Extinction

Posted November 27th, 2012 at 9:16 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Meitri Sulistianingtyas, 25 November 2012 

Setiap negara pasti mempunyai tradisi tersendiri. Di setiap tradisi itu juga pasti memiliki keunikannya masing-masing. Seperti tradisi Thanksgiving Day yang menggunakan kalkun sebagai hidangan utama. Namun, ternyata kalkun varietas tertentu hampir mengalami kepunahan. Kepunahan hewan di tengah tradisinya yang terus berjalan harus diperhatikan. Sehingga tradisi berjalan, binatang yang menjadi ciri khas tradisi tersebut terselamatkan.

Baca di http://meilodimension.blogspot.com/2012/11/thanksgiving-day-dan-penyelamatan.html

Budaya Menyontek, Harus Dijauhkan!

Posted November 27th, 2012 at 9:14 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Ahmad Firdaus, 26 November 2012

Kemarin saya iseng-iseng membuka situs VOA Indonesia untuk membaca berita. Salah satu hal menarik bagi saya yaitu berita tentang Universitas Harvard Diguncang Skandal Nyontek. Berita ini tertera pada tanggal 22 november 2012 di situs VOA Indonesia.

Sedikit tertegun saya setelah membaca berita yang satu ini. Bahkan budaya mencontek pun bisa menghancurkan reputasi universitas paling bergengsi di Amerika maupun di dunia. Di Indonesia sendiri, budaya mencontek menjadi hal biasa dan bisa disembunyikan dari sang pelaku pencontek dan dicontek. Tidak terpengaruh sedikitpun akan reputasi sekolah dan universitas. Karena budaya mencontek di Indonesia sudah menjadi salah satu kebiasaan bagi pelajar serta mahasiswa sekarang ini.

Baca di http://madz666.blogspot.com/2012/11/budaya-menyontek-harus-dijauhkan.html

Categories

Calendar

February 2023
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Archives