Meretas Mimpi Para Perempuan Desa

Posted November 5th, 2012 at 4:22 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Rina Susanti, 4 November 2012

Saya yakin, perasaan marah, sedih, miris dan sesak yang saya rasakan dan bergumal jadi satu dalam hati,  saat membaca membaca berita mengenai selembaran iklan TKW di http://www.voaindonesia.com/content/migrant-care-iklan-tki-on-sale-tidak-boleh-ditoleransi/1535294.html dirasakan juga warga Indonesia lain, terutama kaum perempuan dan ibu.

Ini memang bukan kekerasan fisik seperti yang kerap dialami TKW  tapi sama menyakitkannya dengan berita pemukulan, penyiksaan, pecehkan yang dilakukan para majikan TKW tapi sama menyakitkannya.
Berikut adalah data dari Migrant Care:

Data resmi yang yang dikeluarkan pihak KBRI Arab Saudi dan KBRI Kuwait, jumlah buruh migran yang melarikan diri ke KBRI untuk mencari perlindungan dari tindak kekerasan dan perkosaan majikan mencapai sekitar 3.627 orang pertahun. Belum termasuk puluhan mayat buruh migran Indonesia yang meninggal dan tidak bisa segera di kirim ke ahli waris Indonesia.

Selengkapnya di:  http://beingmomandhappy.blogspot.com/2012/11/merentas-mimpi-para-perempuan-desa.html

Kontes nge-Blog VOA Indonesia

Posted November 5th, 2012 at 4:15 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman:  Aranta Prizzi Salsabila Aqurdah. 4 November 2012

Mengakses berita baik dalam dan luar negeri telah menjadi kebutuhan bagi beberapa orang. Jika dapat menemukannya dalam satu website, wah, itu ibarat kejatuhan durian runtuh. Jadi, ga perlu lagi repot-repot klik sana sini.
Voice of America – Indoensia adalah satu contoh yang paling tepat. Di www.voaindonesia.com kita disajikan beragam berita mulai dari pendidikan, lingkungan, olahraga, Iptek, berita dari seluruh dunia, serta berita khusus Indonesia dan America.
Tidak hanya berita dalam bentuk tulisan saya. VOA Indonesia juga menyediakan berita dalam bentuk Podcast, TV dan Siara Radio. Paketan yang lebgkap untuk setiap karakter manusia. Audio, visual dan kinestetik ter-cover jadi satu.

Selengkapnya di:  http://lyliwolfire.blogspot.com/2012/11/kontes-nge-blog-voa-indonesia.html

 

Social Entrepreneurship di Vietnam Bisa Mencontoh Indonesia

Posted November 5th, 2012 at 4:10 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman:  Ginanjar Budhiraharja, 3 November 2012

Nama Indonesia semakin meroket di mata internasional sejak masuk ke jajaran negara G-20. Apalagi, setelah diakui secara mendunia, perekonomian Indonesia mampu bertahan dari terpaan krisis finansial global 2008. Beberapa negara yang terkena dampak krisis pun mulai studi ke Indonesia untuk pemulihan ekonomi domestik. Sebenarnya apa yang menarik? Bisakah dikembangkan? Saya membaca liputan di voaindonesia tentang pemberdayaan anak jalanan oleh pengusaha di Vietnam. Sebenarnya, hal itu tidak asing bagi pengusaha di Indonesia. Jauh sebelum Indonesia masuk G-20, Indonesia sudah mengadopsi pola kerja pemberdayaan seperti yang terjadi di Vietnam tersebut. Dalam liputan yang berjudul “Restoran di Vietnam Rangkul Anak Jalanan“, ada sosok yang bernama Pham, seorang pengusaha restoran di Ho Chi Minh City yang menjadi fokus liputan.

Usaha sosial bukan berarti memberi secara cuma-cuma, tapi juga bukan berarti memeras secara massal. Sekali lagi, poin utama dari usaha sosial (social entrepreneurship adalah pemberdayaan sosial. Indonesia sebenarnya ahli di bidang ini. Sayang, pemerintah Indonesia sendiri kurang peka terhadap perkembangan ekonomi ini.  Kok bisa?

Selengkapnya di:  http://ginanjar-gibura.blogspot.com/2012/11/social-entrepreneurship-di-vietnam-bisa.html

 

Media Sosial, Era Demokrasi 2.0

Posted November 5th, 2012 at 4:03 am (UTC+0)
3 comments

Kiriman: Rizky Asward Arbie, 2 November 2012

Internet memberikan ruang agar orang bisa berinteraksi dan ikut serta didalamnya sehingga menimbulkan banyak pergerakan diluar internet itu sendiri. Dan wadah yang memfasilitasi itu adalah media sosial. Adapun layanan dari media sosial itu, antara lain: blog, website, jejaring sosial (Facebook, Twitter) dan sebagainya, yang disebut terakhir merupakan media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat dunia. Perkembangan media sosial memberi dampak yang masif terhadap tren budaya, terutama kalangan remaja dan orang di usia muda.

Riset dari pingdom.com menunjukkan bahwa di tahun 2012 ini rata-rata usia pengguna media sosial berada di umur 25 – 44 tahun. Ini berarti pengguna media sosial bukan lagi didominasi para pengguna muda atau remaja. Orang di rentang usia 25 tahun keatas cenderung sudah mulai berpikir kritis dan memiliki prinsip dalam memutuskan tindakan dibandingkan dengan orang-orang di usia remaja. Seperti yang diberitakan VOA (16/10/2012) “Media Sosial Ubah Peta Sumber Pemilu”, bisa dikatakan dewasa ini media sosial bisa menjadi katalis sebuah pemilu apalagi banyaknya pengguna di rentang usia 25 tahun keatas yang lebih ‘perduli’ terhadap politik.

Selengkapnya di: http://rizkyarbie.tumblr.com/post/34833667567/media-sosial-era-demokrasi-2-0

Encouraging Youth Entrepreneurships

Posted November 5th, 2012 at 3:57 am (UTC+0)
1 comment

From: Alven Delano. 2 November 2012

I have seen videos about Indonesia entrepreneur in America a few days ago.

Please click on this site for news “This news was published on Dec 12, 2011” (http://www.youtube.com/watch?v=R7LKkiler88). After seeing the news, I thought for a moment why Indonesia’s youth did not dare to be an entrepreneur? Therefore I write that, I got thinking and a bit of motivation that I want to convey through this writing, although I am only a student from vocational schools.
How many people who want to give contributing to major society around?
How many people are willing to give great contributions to the nation and the country?
And how many people who have future goals being an entrepreneur?

Come from without anything being something valuable. This is what is expected by the human soul on the face of this earth. The existence of the human race became more focused when having purpose in manifesting the dreams and expectations. But if life will not as expected, then the answer is daring to fail and bounce back or choose to die in despair without hope and without certainty. This was the real challenge for a nation and in particular the youth who want being entrepreneur and want to build this nation become better again.

More:  http://salamlingkungan.blogspot.com/2012/11/encouraging-youth-entrepreneurships.html

Dunia Penerbitan, Teknologi, dan Lingkungan

Posted November 5th, 2012 at 3:46 am (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Syahrul Rizal M, 1 November 2012

Sudah lama saya ingin berbicara tentang dunia penerbitan beserta hubungannya dengan perkembangan teknologi dan lingkungan. Kebetulan hari ini (19/10/2012) ketika membuka halaman situs VOA Indonesia, saya menemukan sebuah artikel yang menarik berjudul “Setelah 79 Tahun, Majalah Newsweek Hentikan Edisi Cetak“ jadi saya memutuskan untuk membuat tulisan ini.

Artikel dari VOA Indonesia tersebut menceritakan tentang keputusan majalah mingguan Newsweek untuk menghentikan edisi cetak dan beralih ke format digital pada awal 2013 setelah terbit hampir 80 tahun. Salah satu penyebabnya adalah orang-orang tidak mau lagi menunggu selama satu minggu untuk membaca analisis dan rangkuman berita, sedangkan lewat internet, berita-berita tersebut semakin cepat dan mudah untuk didapatkan dengan biaya yang bisa jauh lebih murah.

Ya, semakin pesatnya teknologi jaringan dan perangkat komunikasi elektronik telah memaksa para penerbit untuk beralih ke media online. Tetapi hal ini bukanlah hal yang buruk, justru sebaliknya, hal ini membawa kebaikan di beberapa bidang, salah satunya adalah lingkungan.

Selengkapnya di:  http://illumiarzia.wordpress.com/2012/10/19/dunia-penerbitan-teknologi-dan-lingkungan/

 

Problematika Listrik, Antara Kebutuhan dan Dampak Lingkungannya

Posted November 1st, 2012 at 11:10 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Hesti Dwi Utari, 1 November 2012

Problematika listrik bagaikan jalan panjang berliku yang tak berujung. Di satu sisi, kebutuhan akan listrik semakin besar mengingat listrik tak lagi sekedar sebagai penerang. Di sisi lain, energi yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik justru seringkali mengancam kehidupan manusia sendiri.

Salah satu pembangkit listrik yang sering didengungkan adalah pembangkit listrik berbasis nuklir. Sayangnya, dampak negatif dari nuklir (jika terjadi kebocoran reaktor) seringkali sulit dikendalikan. Peristiwa kebocoran reaktor pasca gempa di Fukushima Daiichi pun meninggalkan jejak kelam, seperti yang diberitakan oleh VOA, Ikan Dekat Fukushima Masih Tercemar Radioaktif .

Baca di http://hesti-dwie.blogspot.com/2012/11/problematika-listrik-antara-kebutuhan.html

Di mana Kini Mereka Menunggu Suara Langkah?

Posted November 1st, 2012 at 11:06 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Muhammad Fauzan, 1 November 2012 

Kisah tentang Restoran Atfaluna di Gaza, Ben dan Chuck di Peckham, serta Verred di Sunflower Bakery di VOA mengingatkanku kepada dua orang tuna netra yang pernah mencegatku dulu di gerbang kantor dan meminta ditemani mengantar lamaran kerja.

Aku tidak pernah melihat mereka lagi. Mungkin mereka gagal melewati tes, dan kini berdiri di depan gerbang entah kantor mana dan menunggu suara langkah lain yang bisa dicegat.

Baca di http://riversnote.blogspot.com/2012/10/di-mana-kini-mereka-menunggu-suara.html

Nama Baik Toyota dan Jokowi

Posted November 1st, 2012 at 11:03 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Sahid Nurika, 1 November 2012

Nama baik harus dipertahankan. Karena nama adalah kepercayaan. Nama adalah simbol, brand. Inilah opini saya ketika membaca artikel VOA tentang Toyota Tarik 7,4 Mobil Karena Kerusakan Tombol Jendela. Yap, Toyota adalah salah satu produsen mobil terkenal dan telah mendapatkan namanya di hati para konsumennya, brand-nya dipercaya.

Mungkin dengan adanya kasus seperti itu, ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa Toyota telah ceroboh dengan memproduksi sampai dengan 7,4 juta mobil tanpa segera mengetahui adanya kerusakan pada tombol jendelanya. Mengapa bisa sampai pada angka 7,4 juta dan sudah sampai pada proses pengiriman ke negara tujuan mobil tersebut akan dipasarkan. Kenapa tidak sejak awal diketahui dan diantisipasi. Namun justru inilah kehebatan Toyota. Toyota berani jujur demi keselamatan pengguna produknya.

Baca di http://zonesa.blogspot.com/2012/11/nama-baik-toyota-dan-jokowi.html

Ketika cantik berarti sehat

Posted November 1st, 2012 at 10:58 pm (UTC+0)
Leave a comment

Kiriman: Noridha Weningsari, 1 November 2012 

Tadinya saya adalah orang yang cuek mengenai bentuk tubuh dan tampilan fisi, toh kecantikan itu tidak hanya apa yang nampak, tapi juga apa yang ada di otak dan di hati. Tapi pikiran tersebut mulai berubah perlahan-lahan, salah satunya terjadi ketika saya membaca artikel berjudul ‘obesitas tingkatkan resiko kematian penderita kanker’.

Sudah jadi perdebatan tiada akhir mengenai apa dan bagaimana cantik itu. Saya sendiri sekarang berpendapat bahwa cantik merupakan salah satu parameter seseorang sehat. Bukankah kulit yang dirawat dan berat badan yang ideal menjadi salah satu parameter seseorang yang cantik? jadi, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga tubuh agar kita menjadi sehat.

Baca di http://noridhaweningsari.blogspot.com/2012/11/ketika-cantik-berarti-sehat.html

Categories

Calendar

February 2023
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Archives