“I Am a Muslim, Too”

Posted March 6th, 2011 at 11:20 pm (UTC+0)
2 comments

Hari ini sekitar 300 warga unjuk rasa di Times Square, pusat kota New York untuk memprotes sidang dengar pendapat mengkaji potensi radikalisasi di kalangan komunitas Muslim Amerika yang akan digelar minggu ini. Demo ini bertema “I Am a Muslim, Too” dan digelar untuk menunjukkan solidaritas bagi umat Muslim yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai korban diskriminasi dengan adanya sidang dengar pendapat ini, yang diprakarsai oleh anggota kongres perwakilan New York dari Partai Republik, Peter King. Dalam sidang ini akan ditampilkan berbagai saksi, termasuk warga Muslim Amerika, untuk mencari tahu benar tidak ada bahaya laten radikalisasi di antara komunitas Muslim negara ini.

Umat Muslim demo memprotes sidang dengar pendapat radikalisasi Islam di Amerika.

Rencana sidang ini diprotes keras warga Muslim di sini. Menurut mereka, sidang ini diskriminatif terhadap kelompok Islam. Mereka ingin hearing ini tidak merujuk hanya pada umat Muslim, melainkan kelompok lain di negara ini yang juga berpotensi radikal, misalnya kelompok Garis Kanan Radikal atau Neo-Nazi. Beberapa tokoh Muslim angkat bicara dalam demo ini, termasuk Imam Feisal Abdul Rauf yang sempat menjadi sorotan atas rencananya membangun pusat komunitas Muslim tak jauh dari lokasi serangan 11 September 2001. Menurut Imam Feisal, “musuh sesungguhnya bukan Muslim atau Islam melainkan ekstrimisme”.

Dengarkan segmen “Pojokan DC” bersama Patsy Widakuswara dan Farhan

Saya setuju pernyataan tersebut. Musuh terbesar memang ekstrimisme, dalam segala bentuk. Termasuk kaum ekstrimis di tanah air yang menindas kelompok minoritas, misalnya Ahmadiyah atau umat Nasrani. Sidang dengar pendapat di Amerika ini bisa jadi dilandasi prasangka dan kecurigaan, bahwa mentang-mentang Islam, pasti ada potensi radikal. Bisa jadi ini bentuk diskriminasi kaum mayoritas terhadap minoritas. Namun ini sebatas sidang, bukan penindasan, penganiayaan harta benda apalagi jasmani, seperti yang terjadi pada kaum minoritas di tanah air. Saya tidak membenarkan premis sidang ini, namun saya juga sadar bahwa anggota kongres punya hak untuk menggelar hearing mengenai topik apapun. Dalam hearing ini, umat Muslim AS juga akan diberi kesempatan untuk menjelaskan posisi mereka sehingga justru bisa memperbaiki citra mereka yang memburuk sejak serangan 11 September.

Demo ‘I Am a Muslim Too’ ini dihadiri juga oleh warga non-Muslim, termasuk para pemimpin agama Yahudi dan Nasrani, serta tokoh selebriti dan produser hip-hop Russel Simmons.

2 Responses to ““I Am a Muslim, Too””

  1. Mang Shomad. says:

    HAM nya dimana ya mang. . . . . . . . . . ?

  2. Scor Wang. says:

    Hal ini.
    Jangan ‘terlalu di sentuh’ ‘dahulu’ (?).

    Mana uang?.

    Translate ke Inggris jah?.
    :) .

    From : *Member & Son of Ada*.

Leave a Reply